Jumat, 04 September 2009

Puasa menurut imam ghozali


Puasa ditinjau dari segi bahasa artinya adalah menahan, dan jika ditinjau dari segi syariat definisinya adalah menahan diri dali segala yang membatalkan puasa.

Puasa oleh imam ghozali dikelompokkan menjadi 3 seperti yg tertulis di kitab ihyaulumuddin.

1. Soumul umum (puasa umum)
2. Soumul khusus (puasa khusus)
3. Soumul khususil khusus (puasa yg sangat khusus)

1. Soumul umum adalah puasa yg di kerjakan oleh umumnya umat islam yg hanya dilaksanakan sesuai aturan yg terdapat pada ilmu fiqih yaitu menahan diri dari segala yg membatalkan puasa seperti memasukkan sesuatu pada lubang yg ada pada tubuh/jauf (makan dan minum), bersetubuh/jima', muntah yg disengaja dan murtad/keluar dari islam, mulai dari terbitnya fajar shodiq sampai terbenamnya matahari. Puasa yg seperti ini adalah puasa yg berada pada level palin rendah (kelas amatiran) karena belum menyentuh pada kualitas pahala puasa dan hanya menggugurkan kewajiban sebagai orang muslim atas kewajibannya melaksanakan puasa meskipun dalam perjalanan menjalankan puasanya melakukan hal-hal yg dilarang oleh ALLAH SWT (berbuat ma'siat). dan dalam tahap ini jangan mengharap pahala dari ALLAH SWT karena hanya akan mendapatkan lapar dan haus.

2. Soumul khusus yaitu puasa yg di laksanakan dengan cara tidak hanya menahan diri dari yg membatalkan puasa akan tetapi juga menahan diri dari yg mengurangi pahala dan keutamaan puas. Dalam tahapan puasa yg seperti ini seseorang yg puasa meskipun dia sudah menjaga mulutnya dari makan minum dia juga harus menjaga mulutnya dari berkata-kata kotor seperti mencela, mengumpat, membicarakann keburukan orang lain, berbohon, menfitnah dan mengadu donba, dia juga harus menjaga matanya dari melihat sesuatu yg dilarang oleh allah seperti melihat aurat, melihat gambar, foto dan fidio yg membangkitkan gairah sex dan melihat sesuatu milik orang lain tampa ijin, dia juga harus menjaga telinganya dari mendengarkan suara yg dilarang Allah SWT untuk di didengarkan seperti mendengarkan orang yang sedang bertengkar dan lain-lain, dia juga harus menjaga anggota tubuh yg lainnya dari perbuatan yang dilarang oleh ALLAH SWT.
Puasa yg seperti ini tidaklah banyak orang muslim yg bisa melaksanakannya dan puasa yg seperti inilah puasa yg sebenarnya dan yg sesuai kehendak allah dan rasulnya nabi muhammad SAW dalam hadisnya : barang siapa yg puasa dalam bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka terampunilah dosa-dosa ia yg sudah lewat.

3. Shoumul khususil khusus yaitu puasanya para waliyullah/kekasih Allah, mereka selain melakukan puasa dgn cara menahan diri dari yg membatalkan puasa, menahan diri dari melakukan perbuatan dosa mereka juga menahan diri untuk tidak memikirkan segala sesuatu selain Allah SWT di hati dan pikiran mereka hanya ada Allah tidak yg lain setiap detik, menit dan setiap saat. puasa pada tingkatan ini adalah tingkatan puasa yg kedudukannya paling tinggi dan dianggap batal jika mereka sedikit saja memikirkan sesuatu selain Allah.

Mudah-mudahan kita bisa menjalankan pusa seperti para kekasih Allah atau paling tidak bisa menjalankan puasa seperti yg di maksud pada pengertian Soumul khusus. Amiiiiin........................




Kami juga mengajak temen-temen untuk berdiskusi dengan permasalahan seputar puasa, dan silahkan pos kan permasalahan atau jawaban anda di link komentar.


Katib
Al-faqir ila rohmatillah

Fatkul iksan SH

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Mau numpang tanya kang........... bagaimana hukum puasa seseorang yg lagi berpacaran?

    BalasHapus